Surat Ayah Untuk Anak Gadisnya

 
Ditulis oleh: Ilman Mualiman

       Ayah adalah sosok tulang punggung keluarga yang rela memberikan seluruh jiwa dan raganya bagi keluarga. Terutama bagi anak gadisnya, Ayah adalah seorang manusia yang tidak dapat disejajarkan dengan pria idaman manapun. Tekanan batin seorang Ayah terhadap anak gadisnya tak perlu diragukan lagi manakala seorang gadis kesayangannya terpuruk, seorang Ayah takkan pernah sudi melihat anak gadisnya menitikkan air mata kesedihan di hadapannya. ketika itu mungkin kau menangis tersedu, lalu Ayah duduk di sampingmu sambil menepis air mata yang jatuh di pipi kirimu. lalu ia bertanya "nak, mengapa kamu menangis?" pertanyaan yang terkesan sederhana namun jauh di dalam lubuk hati sang Ayah, ia merasa tergugah dengan pemandangan kelam yang menimpa anak gadisnya. kau pun menatap sang Ayah dengan tatapan nanar. kau memeluk tubuhnya dan menyandarkan kepala pada sang Ayah. Dengan nada lirih, kau pun menceritakan seluruh hal yang terjadi. kau kembali tersedu, sang Ayah mengusap kepalamu dan mencoba membalut kesedihan yang tengah kau pertontonkan di hadapannya.
        Tahukah kau, Ayah adalah sosok yang dapat menjadi tempat untuk berlindung di kala hancur. terkadang, ia juga menjelma menjadi seorang motivator yang sanggup memberikan seluruh dukungannya.

   Ada tiga pesan yang ingin Ayah sampaikan kepada anak gadisnya.
     Pesan pertama, sang Ayah ingin kamu menjadi seorang wanita yang baik-baik yang mampu menjaga etika dan sopan santun juga keramah tamahannya. sebagaimana orang berkata, bahwa wanita adalah makhluk yang lemah lembut. ia juga ingin kau menjadi seorang gadis yang luar biasa dan bijaksana dalam menyikapi sebuah masalah.
     Pesan ke dua, ia ingin kau menjadi seorang anak gadis yang tumbuh dewasa dan berharap suatu saat nanti kau akan mendapatkan seorang teman hidup yang dapat melindungi dan menjagamu sebagaimana yang telah Ayah lakukan.
     Pesan ke tiga, ia ingin kamu menjadi seorang wanita yang salihah dan beragama. yang ta'at terhadap perintah sang pencipta, juga ta'at terhadap suami.
tiada hal yang lebih indah bagi seorang Ayah ketika melihat anak gadisnya bahagia. segenap perjuangannya, ia berikan hanya untuk membuatmu tumbuh dewasa dan menjadi seseorang yang bahagia.
     Perjuangannya sangat tak sia-sia. kau pun tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang cantik jelita, dan kau pun tumbuh dewasa. pada masa itu adalah masa dimana kamu memutuskan untuk mencari pasangan hidup. kau dapati sosok pria idaman yang menurutmu sanggup untuk menuntunmu menghadapi kerasnya dunia yang fana. sang Ayah bahagia melihatmu mendapatkan seorang pria idaman pilihanmu.
     Prosesi akad berlangsung. kau katakan untuk sehidup semati bersamanya. pada hari itu kau bertekuk lutut di hadapan sang Ibu dan Ayah. kau menangis di pangkuan sang Ibu untuk mencurahkan seluruh perasaan antara bahagia, terharu dan bersedih. begitupun sang Ibu yang tak mampu membendung air matanya yang mengalir deras.
lalu, kau beprindah pangkuan. kali ini kau bertekuk lutut dan menangis di pangkuan sang Ayah. segala kenangan terbenak ketika kau membasahi pakaian Ayah dengan air mata itu. tapi sang ayah, ia tak kunjung menitikkan air mata. ia masih sanggup membendung air matanya yang hampir terjatuh hingga matanya berkaca-kaca.
     Kau pun pergi ke sebuah kamar untuk membuka seluruh hadiah yang diberikan oleh seluruh tamu. tiba-tiba kau dapati sebuah surat yang utuh dengan hiasan pita berwarna merah itu. kau memicingkan mata dan mengarahkannya pada sudut kiri atas. tertanda sebuah nama disana. ya surat dari sang "Ayah". kau pun membukanya dan lantas membacanya

Teruntuk gadisku yang kini tumbuh dewasa
hari ini Ayah sangat bahagia melihatmu bersanding dengan seorang pria yang baik-baik dalam ikatan yang sah
kau tahu nak, rasanya baru kemarin kau terlahir ke dunia ini. rasanya baru kemarin kau menangis di pangkuanku.
kini kau tumbuh dewasa.
tapi apa kau juga tahu nak, Ayah sangat bersedih karena harus melepasmu pada tangan seorang laki-laki lain. Ayah harap, ia akan memperlakukanmu sebgaimana diriku. segala kenangan itu terwujud dalam pikiran Ayah. namun inilah rumus dunia, kau harus berumah tangga dan menjalani kehidupanmu sendiri. Ayah berharap semua yang terbaik untukmu nak. Ayah mohon, jangan menangis lagi

Dari, Ayah


   Begitulah isi surat tersebut yang membuat hatimu bergetar. kau ingin menangis keras namun kau tahu, Ayah tak akan rela membiarkan seorang anak gadisnya menangis begitu. walau sang Ayah terlihat tegar di hadapanmu, harus kau tahu, di belakang tirai, sang Ayah menangis habis-habisan...
semoga, kau bisa mengerti dan menghargai seluruh perjuangan yang Ayah berikan

Sekian...

0 Response to "Surat Ayah Untuk Anak Gadisnya"

Posting Komentar