بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Do'a adalah salah satu bentuk ibadah dan salah satu bentuk keta'atan kita kepada Allah SWT bahwa Hanya dialah satu - satunya dzat penolong di dalam Hidup Kita. Begitu besar manfaat berdoa, sesungguhnya Do'a pada Zaman dahulu hingga sekarang digunakan oleh orang - orang Muslim sebagai "senjata". Senjata Meminta pertolongan Kepada Allah agar terhindar dari kesulitan, dijauhkan dari Pemimpin yang dzalim, dan masih banyak lagi.
Lalu, Apakah berdo'a di Sosial Media seperti Facebook, BBM, Twitter, dan lain sebagainya Itu diperbolehkan? Jawabannya Adalah Boleh!
Menurut Ustadz Yunahar Ilyas, berdoa di media sosial bukan masalah, asalkan niatnya benar. Menurut ulama kelahiran Bukittinggi itu, jika seseorang berdoa untuk dirinya, lebih baik langsung diucapkan kepada Allah SWT. Namun, jika niatnya ingin memberikan pelajaran kepada orang lain tentang doa yang baik, maka hal tersebut tidak masalah jika ditampilkan di media sosial.
Nah, Jika kita berdo'a di sosial media dengan tujuan agar orang lain bisa mengikuti do'a yang kita panjatkan, itu sangat Baik. Misalnya, do'a meminta Rezeki, meminta berkah, diberikan kemudahan, dan lain sebagainya.
Namun, adapun do'a yang sebaiknya tidak di Posting di Media sosial, Misalnya meminta Pertobatan.
"Loh, Katanya boleh - boleh saja jika bisa membuat orang lain mengikuti doa kita!"
Betul, bukan masalah memang kita meminta berdoa meminta pertaubatan di sosial media sehingga banyak orang yang mengikuti do'a kita . Akan tetapi, do'a seperti inilah yang sebaiknya tidak dipost.
Ya Allah, ampunilah doa saya. Kemarin saya Memfitnah teman sayaNah, do'a seperti ini yang mungkin sebaiknya tidak kita Posting di sosial media. Di dalam Al-Qur'an pun Allah SWT Berfirman dalam Qur'an surat Al-Hujurat:12.
"Wahai orang - orang yang beriman! Jauhilah ke banyakan dari prasangka, karena se sungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan aib orang lain; dan janganlah kamu mengumpat sebagian yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Oleh karena itu, jauhilah larangan-larang an yang tersebut) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS al-Hujurat: 12).
Dalam adab-adab berdoa, Allah juga lebih menyukai doa yang dipanjatkan dengan lirih. Jika doa itu untuk pribadinya dan diumbar ke media sosial, dikhawatirkan akan mengurangi keikhlasan doa orang yang memanjatkannya. Allah SWT berfirman dalam Alquran surah al-Isra ayat 110.
Di dalam berdo'a pun kita harus bersungguh sungguh.
Setiap perkataan dan status yang dibuat jelas akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak meski sang pembuat status adalah anonim (Tanpa Nama). Karena Allah dan para malaikatnya mencatat setiap perbuatan anak hamba.
Jadi, Kesimpulan dari Artikel ini adalah. Berdo'a di Media sosial itu tidak masalah, akan tetapi lebih baik do'a itu diucapkan dengan Lirih agar tidak mengurangi Keikhlasan Kita. Wallahu a'lam, hanya Allah yang bisa mengukur keikhlasan semua Manusia.
Semoga Bermanfaat!
Akhir Kata.
"Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula meren dahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu."Di ayat lain Allah SWT menegaskan adab berdoa dengan ucapan yang lirih.
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS al-A’raf: 55).Kalimat orang-orang yang melampaui batas dalam ayat tersebut dimaknai sebagian ulama sebagai anjuran untuk tidak berdoa dengan banyak sajak dan mendayu-dayu.
Di dalam berdo'a pun kita harus bersungguh sungguh.
"Berdo'alah kepada Allah dengan yakin akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak menerima do'a dari Hati yang Kosong lagi lalai"Berdo'a di Media sosial sama hukumnya dengan berdo'a pada Lisan. Lisan disini bukan berarti secara harfiah Mulut, tetapi juga termasuk tulisan di buku, surat kabar, maupun media sosial.
Setiap perkataan dan status yang dibuat jelas akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat kelak meski sang pembuat status adalah anonim (Tanpa Nama). Karena Allah dan para malaikatnya mencatat setiap perbuatan anak hamba.
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,Ayat di atas menyebutkan bahwa sesungguhnya sekecil Apapun perbuatan yang kita Lakukan itu dihitung dan dicatat oleh Allah dan Para Malaikatnya. Bahkan Kehebatan Ayat Al-Qur'an ini dibuktikan oleh kisah Nabi Yunus AS yang berdo'a, berdzikir, dan bertasbih Kepada Allah SWT sepanjang tiga malam dalam keadaan berpuasa dan berbuka dengan Tasbih. Masya Allah.
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (Q.S Al - Zalzalah: 7 dan 8)
Jadi, Kesimpulan dari Artikel ini adalah. Berdo'a di Media sosial itu tidak masalah, akan tetapi lebih baik do'a itu diucapkan dengan Lirih agar tidak mengurangi Keikhlasan Kita. Wallahu a'lam, hanya Allah yang bisa mengukur keikhlasan semua Manusia.
Semoga Bermanfaat!
Akhir Kata.
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 Response to "Bolehkah kita berdo'a di sosial media?"
Posting Komentar