Ditulis oleh: Ilman Mualiman
Tatkala angin bertiup kencang, Awan hitam menggumpal menaungi seluruh alam. Setelah itu, mata hari terbit dari sebelah barat. Orang-orang akan bertanya, "Ada apa ini?"
Tiba-tiba terdengar seruan sebuah terompet yang suaranya memecah telinga. Ternyata, telah datang hari dimana pintu taubat telah tertutup. Telah datang hari pembalasan yang sebelumnya telah dijanjikan. Yaitu hari kiamat. Hari yang meluluhlantahkan seluruh alam hingga rata seluruhnya.
Pada hari itu banyak orang ketakutan. Tiada yang mengenali Ayah, Ibu, Kakak, Adik dan saudara yang lainnya. Semua orang berlarian ketakutan mencari perlindungan. Inikah hari yang sebelumnya telah dijanjikan? Ya, itulah hari yang telah dijanjikan sebelumnya. Tiada lagi perlindungan kecuali... Syafa'at dari Allah dan Syafa'at dari amalan yang sebelumnya telah dikerjakan.
Gunung-gunung meledak berhamburan bagaikan kapuk. Lautan menumpahkan diri, mengingkari batasnya. Tanah terbelah, membentuk jurang.
Sungguh pada hari itu, shalat beribu-ribu rakaat, melantunkan Al-Qur'an berjuta-juta ayat, bersedekah bermilyar-milyar rupiah, tidak akan dihitung lagi. Semuanya terlambat.
Teringat semasa hidup di dunia hanya menyia-nyiakan waktu dengan hidup bermewahan dan banyak melakukan dosa. Yang mengingkari ayat-ayat Allah dengan mudahnya. Mereka inilah yang disebut sebagai golongan kiri. Siapa itu golongan kiri? Yaitu golongan yang akan mencicipi pedihnya api nereka. Dalam siksaan angin yang amat panas. Mereka itulah yang akan menelan buah zaqqum yang tiada mengenyangkan perut lagi tidak mengenakan. Dan apabila kehausan, mereka diberi minum dari air neraka yang mendidih. Mereka meminumnya bagaikan unta yang kehausan... Sungguh amat merugilah golongan kiri itu.
Sungguh beruntunglah orang-orang yang semasa hidupnya melakukan kebajikan dan perbuatan amal salih. Mereka itulah yang dinamakan sebagai golongan kanan. Siapa itu golongan kanan? Yaitu orang-orang yang kelak akan berada dalam jannah kenikmatan. Mereka duduk bertelekan diatas dipan yang terbuat dari emas permata. Disediakannya bidadari, disediakannya buah-buahan yang apabila dipetik akan tumbuh lagi dan lagi. Ada mata air yang mengalir pula. Dan apabila kehausan, diambilkannya air itu oleh budak-budak yang membawa gelas cerek. Sungguh kenikmatan jannah yang sangat menggiurkan.
Pada hari kiamat itu, tiada seorangpun yang dapat mendustakan ayat Allah. Semuanya terjadi, sebagaimana yang telah Allah janjikan. Tapi sungguh naifnya mereka semasa hidup di dunia, dengan mengatakan bahwa itu hanyalah dongeng belaka. Seakan tak perduli terhadap segala ayatnya. Dan pada hari kiamat itulah seluruh kebenaran akan nampak.
Marilah kita tingkatkan iman dan taqwa kita. Semoga kita adalah bagian dari golongan kanan tersebut. Aamiin Allahumma Aamiin
Sumber referensi: Q.S Al-Waqi'ah
Ilman Mualiman
#Daiwriting #RWC10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to "Masihkah Hari Ini Mendustakan Ayatnya?"
Posting Komentar